Dokumenter Panjang Indonesia

  • 3 film

KOMPETISI

Program Kompetisi merupakan salah satu program utama dari perhelatan Festival Film Dokumenter (FFD). Program ini didedikasikan untuk mempresentasikan film-film yang mampu menangkap isu-isu aktual di sekitar kita, serta mampu memberikan perspektif yang kritis terhadap isu-isu tersebut.

Tahun ini kami menerima total 286 film pendaftar, yang kemudian kami seleksi hingga terpilih 26 film dokumenter. Film-film dokumenter pilihan tersebut kemudian dibagi sesuai dengan kategorinya; kategori film dokumenter Panjang Indonesia, kategori film dokumenter Panjang Internasional, kategori film dokumenter Pendek, dan kategori film dokumenter Pelajar.

Kami akan membagikan empat penghargaan utama untuk masing-masing kategori, yaitu Film Dokumenter Terbaik. Malam Penganugerahan Penghargaan akan diadakan tanggal 7 Desember 2019, bersamaan dengan acara FFD 2019.

Juri

Juri FFD 2019 - Amelia Hapsari

Amelia Hapsari

Amelia Hapsari adalah sutradara film dokumenter asal Semarang dan sekarang menetap di Jakarta. Ia aktif sebagai direktur program di In-Docs. Melalui perannya dalam In-Docs, ia dikenal turut membangun ekosistem suportif bagi film dokumenter di Asia Tenggara. In-Docs adalah salah satu pelopor Dare to Dream Asia; series dokumenter yang mengangkat mimpi dan realitas pemuda Asia; turut mengorganisasikan Docs By The Sea; forum dokumenter internasional; dan juga menjadi penyelenggara Good Pitch Indonesia. 

Juri FFD 2019 - Shin Eun Shil

Shin Eun-Shil

Shin Eun-Shil adalah seorang programmer festival film, pegiat cinematheque, dan kritikus film. Ia pernah menjadi programmer untuk Seoul Eco Film Festival, Seoul Art Cinema(K.A.C.T.), Cinema Digital Seoul Film Festival and EBS International Documentary Festival, dan festival film lainnya. Ia juga membantu penulisan beberapa naskah publikasi, seperti “Philippe Garrel, desespoir eblouissant”, “The Korean 100 Films”, “The Independent Movie of the 21st Century”, “Busan Independent Film Directors” dan “Jerzy Skolimowski”. Saat ini, ia tergabung sebagai salah satu komite eksekutif dari Seoul Independent Documentary Film Festival.

Juri FFD 2019 - Lau Kek Huat

Lau Kek-Huat

Lau Kek-Huat adalah seorang sutradara asal Malaysia yang tinggal di Taiwan. Film pendeknya, Nia Door, menjuarai Sonje Award untuk kategori film pendek terbaik di Busan International Film Festival. Film tersebut juga terpilih untuk berpartisipasi di ajang Clermont-Ferrant International Short Film Festival yang ke-38. Debut film panjangnya yang berjudul Boluomi telah dianugerahi Tokyo Talent Award 2015, menyabet kategori naskah terbaik di Taiwan Film Institute’s Screenplay Award 2013, serta terpilih di ajang La Fabrique Cinema du monde. Dua film dokumenternya yang berjudul Absent without Leave dan The Tree Remembers sedang menghadapi masalah sensor di Malaysia. Lau Kek-Huat juga merupakan alumni Golden Horse Academy, Berlinale & Tokyo Talents.

FILM
Tonotwiyat (Hutan Perempuan)
Tonotwiyat (Hutan Perempuan)
Yulika Anastasia Indrawati
92 min.
Om Pius, “Ini rumah saya, come the sleeping”
Om Pius, "Ini rumah saya, come the sleeping"
Halaman Papua
81 min.
240BPM ++
240BPM ++
Bagas Oktariyan Ananta
51 min.
Close Menu