Dokumenter Pelajar

  • 6 film

KOMPETISI

Program Kompetisi merupakan salah satu program utama dari perhelatan Festival Film Dokumenter (FFD). Program ini didedikasikan untuk mempresentasikan film-film yang mampu menangkap isu-isu aktual di sekitar kita, serta mampu memberikan perspektif yang kritis terhadap isu-isu tersebut.

Tahun ini kami menerima total 286 film pendaftar, yang kemudian kami seleksi hingga terpilih 26 film dokumenter. Film-film dokumenter pilihan tersebut kemudian dibagi sesuai dengan kategorinya; kategori film dokumenter Panjang Indonesia, kategori film dokumenter Panjang Internasional, kategori film dokumenter Pendek, dan kategori film dokumenter Pelajar.

Kami akan membagikan empat penghargaan utama untuk masing-masing kategori, yaitu Film Dokumenter Terbaik. Malam Penganugerahan Penghargaan akan diadakan tanggal 7 Desember 2019, bersamaan dengan acara FFD 2019.

Juri

Juri FFD 2019 - Fransiska Prihadi

Fransiska Prihadi

Fransiska Prihadi adalah seorang arsitek. Di awal tahun 2019, ia membuka Art House Cinema, sebuah hunian residensi untuk seniman dan umum di Denpasar. Ia adalah direktur program Minikino dan Minikino Film Week-Bali International Short Film Festival sejak 2015. Berpengalaman menjadi juri untuk kompetisi film pendek Australia-Indonesia Centre ReelOzInd! (2017-2019), komite seleksi SEA Shorts Malaysia (2017-2018), kompetisi internasional 22nd Thai Short Film & Video (2018), serta East Asian Experimental Film Competition 33rd Image Forum Festival, Tokyo (2019). Saat ini sedang dalam proses menyelesaikan Studi S2 Kajian Pariwisata di Universitas Udayana dengan penelitian yang berfokus pada festival film pendek.

Juri FFD 2019 - ST Kartono

ST Kartono

St. Kartono adalah seorang guru di SMA Kolese De Britto, Yogyakarta. Ia menyelesaikan Program Studi Linguistik Terapan, Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, kesarjanaan di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Sanata Dharma. Sebagai seorang kolumnis pendidikan, ia telah memublikasikan lebih dari 550 artikel di Harian Jogja, Bernas, Kompas, Kedaulatan Rakyat, Majalah BASIS, dll. St. Kartono sudah menulis 12 buku, antara lain: Sekolah Impian (2019), Menulis Bersama Murid (2015), Menjadi Guru Untuk Muridku (2011), Menulis Tanpa Rasa Takut (2009), Sekolah Bukanlah PASAR (2009), Menabur Benih Keteladanan (2001), Menebus Pendidikan Yang Tergadai (2002), dan Reformasi Pendidikan (2003, dkk). Ia juga telah menjadi pembicara di lebih dari 630 forum.

Aditya Ahmad

Aditya Ahmad adalah seorang sineas muda kelahiran 1989. Sebagai alumni Institut Kesenian Makassar, beberapa karya yang telah ia hasilkan adalah Sepatu Baru (2014) dan Kado (2018). Karya-karyanya tersebut berpartisipasi dalam beberapa festival internasional maupun lokal, seperti: Berlinale, Balinale, Melbourne International Film Festival, Singapore International Film Festival, Venice Film Festival dan juga Sundance.

FILM
Tambang Pasir
Tambang Pasir
Sekar Ayu Kinanti
15 min.
Pasur (Pasar Sepur)
Pasur (Pasar Sepur)
Sarah Salsabila Shafiyah
13 min.
Orang-Orang Tionghoa
Orang-Orang Tionghoa
Icha Feby Nur Futikha
11 min.
Seandainya
Seandainya
Diva Suukyi Larasati
3 min.
Bangkit
Bangkit
Farchany Nashrulloh
9 min.
Ngalih Pejalai Antu – Ritual Dayak Iban
Ngalih Pejalai Antu - Ritual Dayak Iban
Kynan Tegar
6 min.
Close Menu