Dokumenter Pelajar

  • 5 film

KOMPETISI

Selama 17 tahun, program Kompetisi selalu menjadi program inti dari perhelatan Festival Film Dokumenter. Platform ini didedikasikan untuk mempresentasikan film-film yang mampu menangkap isu-isu aktual di sekitar kita serta mampu memberikan perspektif yang kritis terhadap isu-isu tersebut. Film dokumenter bisa memiliki keluwesan untuk mempresentasikan isu-isu yang diangkatnya dengan gaya cerita yang kreatif. Program ini mengajak kita untuk menyaksikan jalinan ide-ide kritis dalam film yang akan terbagi dalam tiga kategori.

Tahun ini kami menerima 118 submisi untuk kategori Film Dokumenter Panjang Internasional, 100 film kategori Dokumenter Pendek Indonesia, dan 23 film Dokumenter Pelajar Indonesia.

Kami akan membagikan tiga penghargaan utama, yaitu Film Dokumenter Terbaik, untuk masing-masing kategori. Malam penghargaan akan diadakan tanggal 12 Desember 2018, bersamaan dengan acara Penutupan Festival.

Juri kategori pelajar

Jason Iskandar

Jason Iskandar

Jason Iskandar lahir di Jakarta, 1991. Ia mulai membuat film di usia 17 tahun lewat film dokumenter Sarung Petarung yang memenangkan penghargaan film dokumenter terbaik di kompetisi Think Act Change 2007. Sejak itu ia aktif membuat film-film, antara lain Territorial Pissings (2010), Seserahan (2014), Langit Masih Gemuruh (2015), Balik Jakarta (2016), dan Elegi Melodi (2018). Bersama produser Florence Giovani, ia merupakan pendiri perusahaan produksi Studio Antelope, di mana saat ini ia juga menjabat sebagai CEO dan creative director.

Alexander Matius

Alexander Matius

Alexander Matius lahir, tumbuh, dan beraktivitas di Jakarta. Ia memulai karir sebagai relawan hingga menjadi Manajer Kineforum dari tahun 2014-2016 serta turut terlibat sebagai film programmer dalam beberapa kegiatan. Saat ini beraktivitas sebagai film programmer di Kinosaurus dan juga menjadi bagian dalam Cinema Poetica.

Vivian Idris

Vivian Idris

Pembuat film otodidak yang mempunyai misi untuk menggunakan medium audio-visual sebagai alat edukasi, pelestarian budaya, mengakselerasi pergerakan sosial, dan sebagai salah satu cara berkontribusi kembali ke masyarakat. Vivian juga aktif berpartisipasi di festival-festival lokal di Indonesia sebagai juri (Festival Film Indonesia, Anti Corruption Film Festival, XXI Short Film Festival, Festival Film Surabaya, Festival Film Dokumenter, Eagle Academy, UCIFEST 7, Festival Video Edukasi), dan membuat workshop pembuatan film dokumenter.

Close Menu