Film Criticism Workshop

Lokakarya ini mengajak peserta untuk melatih kerangka kritis serta ketajaman dalam mengulas film dokumenter, serta melibatkan peserta dalam atmosfer gembira sebuah festival film internasional. Peserta akan menonton film selama festival untuk kemudian diulas dan didiskusikan dengan mentor dan peserta lainnya. Lebih dari itu, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk hadir di sesi diskusi yang diagendakan oleh FFD, yang utamanya fokus pada isu kontemporer tentang perkembangan film documenter dan festival film di Asia Tenggara khususnya, atau Asia umumnya.

Selama dua minggu masa pendaftaran dibuka, kami menerima lebih dari 70 pendaftar dari negara-negara Asia Tenggara dan Jepang, dengan tulisan yang beragam oleh para pendaftar yang berangkat dari latar belakang berbeda. Proses pendaftaran ini setidaknya menyingkap tentang keanekaragaman praktik film kritik di Asia Tenggara dan Jepang. Beberapa pendaftar berasal dari industry media yang mapan, beberapa memiliki kencenderungan corak aktivisme dalam tulisan-tulisannya, sementara peserta lainnya bahkan datang dari luar lingkar perfilman, yang kebanyakan menggunakan film dalam agenda kerja mereka (misal : sekolah, gerakan literasi, dll).

Mentor

Chris Fujiwara

Chris Fujiwara

Chris Fujiwara adalah seorang kritikus dan programmer film. Chris telah menulis dan mengedit banyak buku tentang sinema dan berkontribusi dalam banyak antologi dan jurnal. Ia pernah menjadi Artistic Director di Edinburgh International Film Festival, ia juga turut mengembangkan program film untuk Athénée Français Cultural Center (Tokyo), Jeonju International Film Festival, Sydney Film Festival, Mar del Plata Film Festival, dan institusi lainnya. Ia mengajar tentang estetika film dan sejarah film di Tokyo University, Yale University, Temple University, Emerson College, Rhode Island School of Design, dan lainnya. Chris telah menjadi mentor untuk lokakarya kritik film di YIDFF, Berlinale, Melbourne International Film Festival, the International Film Festival of Kerala, dan Salamindanaw Asian Film Festival.

Adrian Jonathan Pasaribu

Adrian Jonathan Pasaribu

Kelahiran Pasuruan tahun 1988, adalah salah satu pendiri Cinema Poetica – sebuah kolektif dari kritikus film, jurnalis, dan aktivis di Indonesia. Sejak 2007 hingga 2010, Adrian membuat program pemutaran untuk beberapa festival film dan ruang pemutaran di Yogyakarta. Sejak saat itu Adrian telah terlibat dalam banyak film program mulai dari Festival Film Dokumenter, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, ARKIPEL International Documentary & Experimental Film Festival, dan Singapore International Film Festival. Saat ini ia tengah melakukan riset tentang sejarah yang hilang dari sinema Indonesia.

Peserta

Berikut adalah peserta terpilih untuk Film Criticism Workshop 2018 :

  • Jeffrey Deyto – Filipina
  • Linh Thuy Do – Vietnam
  • Permata Adinda – Indonesia
  • Risa Tokunaga – Jepang
  • Satoko Tomishige – Jepang
  • Talissa Febra – Indonesia
  • Vema Novitasari – Indonesia

Mitra

Close Menu