Panduan Harian – 2 Desember 2019

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on print

Selamat hari Senin! Mari memulai minggu ini dengan menonton beberapa dokumenter menarik yang tersaji di FFD 2019. Seperti Senin pada umumnya, ini adalah hari yang padat. Jadi, pastikan kamu bangun lebih pagi dan mengatur jadwal dengan baik agar tidak melewatkan agenda-agenda yang paling menarik untukmu. 

Kami sajikan panduan menikmati FFD 2019 hari Senin, 2 Desember 2019 secara kronologikal. Mari kita mulai!

 

13.00 WIB

FFD 2019 - 48 years: Silent Dictator

Ada dua film yang diputar dengan lokasi yang berbeda: 48 years: Silent Dictator (2018) dan Silvia (2018). Jadi, kamu harus memilih.

Film 48 years: Silent Dictator (2018) merupakan bagian dari program Perspektif yang mengangkat isu Kesehatan Mental. Kamu akan diajak mengikuti kisah Iwao Hakamada, mantan petinju profesional yang menjalani hukuman penjara paling lama dalam sejarah (48 tahun). Melalui wawancara dengan Hakamada, film ini mencoba untuk menangkap kondisi psikologis Hakamada yang carut-marut. Film ini akan diputar di Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta.

Sedangkan, Silvia (2018) karya Maria Silvia Esteve merupakan salah satu finalis Kompetisi Dokumenter FFD 2019 kategori Dokumenter Panjang Internasional. Film ini menangkap salah satu eksperimentasi salah satu anak Silvia yang mencoba merekonstruksi ulang kehidupan ibunya yang diwarnai penyesalan dan kesedihan. Kamu bisa menonton dan mengikuti sesi tanya jawab dari film ini di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta.

Selain itu, kamu juga sudah bisa mengunjungi dua ekshibisi di Lobby Societet Militair Taman Budaya, yaitu ekshibisi dokumenter virtual reality (VR) dari program The Feelings of Reality dan dokumenter karya pelajar SMA dari program SchoolDoc. Ada juga ekshibisi program Etnografi Indrawi: Saksi Mata yang tersedia di Kedai Kebun Forum. Ketiga ekshibisi ini dibuka hingga pukul 21.00 WIB. Jadi, tidak perlu terburu-buru.

 

14.45 WIB

FFD 2019 - Kompetisi Dokumenter Panjang - 2408BPM

240BPM++ (2019) akan diputar pada jam ini. Film ini merupakan salah satu finalis Kompetisi Dokumenter FFD 2019 kategori Dokumenter Panjang Indonesia. Film ini akan diputar di Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta.

Jika di waktu sebelumnya kamu memilih menonton Silvia (2018), kamu belum bisa menikmati agenda ini karena film tersebut baru selesai diputar pada pukul 14.55 WIB. Tapi, kamu tidak perlu bersedih karena 240BMP++ (2019) akan diputar kembali pada 5 Desember 2019 pukul 21.00 WIB di Ampitheatre TBY.

 

15.00 WIB

FFD 2019 - The State Against Mandela and the Others

Pada jam ini, akan diselenggarakan sesi DocTalk panel Community & Society yang bertajuk “Berkumpul di Ruang Aman: Memahami Ulang Bentuk Kekerasan dalam Komunitas dan Pencegahannya” di Kedai Kebun Forum. Agenda ini akan mendiskusikan tentang kekerasan yang bisa (atau sudah) terjadi di lingkup komunitas. Kamu bisa berbagi pengalaman maupun tips mengenai cara mencegah, mengatasi, maupun keluar dari kekerasan itu sendiri. Sesi ini akan dipandu oleh Vauriz Bestika (penggagas Sinematik Ngga Harus Toxic) dan Ayu Diasti Rahmawati (FISIPOL UGM).

Kamu juga bisa memilih untuk menonton The State Against Mandela and the Others (2018) di Auditorium IFI-LIP pukul 15.15 WIB. Dokumenter animasi ini akan membawamu kembali ke tengah-tengah pertempuran di ruang sidang yang dihadiri oleh Nelson Mandela pada tahun 1963 dan 1964.

 

16.15 WIB

FFD 2019 - International Feature-length Competition - Last Night I Saw You Smiling

Sebelum matahari terbenam, Last Night I Saw You Smiling (2019) akan diputar di Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta. Karya dari Kavich Neang ini merupakan salah satu finalis Kompetisi Dokumenter FFD 2019 kategori Dokumenter Panjang Internasional. Film ini mengajak kita mengingat White Building di Phnom Penh. Blok perumahan tersebut menjadi saksi berbagai kejadian luar biasa yang terjadi mulai dari masa keemasan, kejadian traumatis di bawah rezim radikal, masa-masa kebangkitan, dan laju pesat perkembangan kapitalis yang akhirnya mengarah pada kehancurannya.

 

18.30 WIB

FFD 2019 - Dokumenter Pendek - Diary of Cattle

Setelah jeda malam, kamu bisa menikmati pemutaran seluruh film finalis Kompetisi Dokumenter FFD 2019 kategori Dokumenter Pendek di gedung Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta. Film-film yang diputar, antara lain: Diary of Cattle (2019), More Than Work (2019), Luar biasa (2018), dan Irama Betawi (2019).

Diary of Cattle (2019) akan mengajak kamu menelusuri kehidupan para sapi yang setiap hari hidup di sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPA). Tanpa kepastian; tidak jarang sapi-sapi tersebut ditinggalkan untuk bermalam di sana.

Film karya Luvianna Ariyanti, More Than Work (2019) mengangkat potret buram industri media di Indonesia. Lewat dua sudut pandang; film ini mencoba menangkap eksploitasi dan diskriminasi pekerja perempuan dan para pekerja minoritas seksual.

Melalui Luar Biasa (2018), kamu diajak mengikuti kisah Joko Supriyanto, seorang penyandang kebutaan yang menjalankan kesehariannya sebagai seorang pelajar SMA di Yayasan Pendidikan Anak Luar Biasa (YPALB) Cepogo, Boyolali. 

Irama Betawi (2018), judul film ini mengambil nama kelompok ondel-ondel yang masih giat ngamen di Jakarta. Kamu akan diajak mengikuti keseharian kelompok kesenian yang makin tergusur keberadaannya oleh kemeriahan ibukota.

 

19.00 WIB

FFD 2019 - International Feature-length Competition - A Donkey Called Geronimo

Jika kamu memilih untuk beristirahat lebih lama, kamu bisa memilih untuk menonton Love Talk (2017) atau A Donkey Called Geronimo (2018).

Love Talk (2017) adalah bagian dari program Perspektif yang fokus pada isu kesehatan mental. Lewat film ini, kamu akan melihat bagaimana cinta saja tidak cukup untuk melanggengkan sebuah perkawinan; ada hal-hal yang lebih kompleks berperan di sana. Kamu bisa mengikuti pemutaran film ini di Amphitheatre Taman Budaya Yogyakarta.

Sedangkan, A Donkey Called Geronimo (2018) menceritakan sekelompok pelaut di sebuah pulau di Laut Baltik. Kehidupan bebas bak kerajaan sendiri pun dilalui hingga akhirnya harus dihadapkan pada kenyataan untuk kembali ke dunia nyata. Salah satu finalis dari Kompetisi Dokumenter FFD 2019 kategori Dokumenter Panjang Internasional ini akan diputar di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta. Agenda ini juga akan dilengkapi dengan sesi tanya jawab.

 

20.30 WIB

FFD 2019 - The Strangers

Sebagai penutup hari, kami menyajikan film The Strangers (2018). Film ini mengajak penonton mengikuti nostalgia seorang perempuan akan kampung halamannya. Menangkap kembali potret keluarga yang perlahan menghilang. Salah satu film dari program Focus on South Korea ini dapat kamu saksikan di gedung Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta.

Close Menu