Bergabung sejak 2011, Ayu Diah Cempaka Dadalah Program Director Festival Film Dokumenter (FFD) 2019. Tahun ini, ia memegang beberapa program, seperti Spektrum, Focus on Canada, dan Focus on South Korea. Selain aktif di FFD, ia merupakan Communication Officer di Alliance Française Bali, yaitu Pusat Kebudayaan Perancis di Bali.

Berikut ini adalah film-film rekomendasi Ayu yang bisa kamu tonton di Festival Film Dokumenter (FFD) 2019:

FFD 2019 - Turning 18

Turning 18

Ho Chao-ti | 2018 | Taiwan | 87 menit | PG

Dua gadis remaja bertemu dalam program latihan kejuruan. Setelah perjumpaan itu, nasib membawa keduanya berjalan berlainan arah. Mereka berdua tumbuh di bawah kondisi rumah tangga yang rusak. Saat mereka menuju usia 18, arus kehidupan yang mengguncang hidup secara diam-diam nyaris membuat mereka kewalahan.

 

FFD 2019 - Village of Swimming Cows

Village of Swimming Cows

Katarzyna Trzaska | 2018 | Polandia | 78 menit | PG

Bagi warga lokal, para hipster ini sangat eksotis, melebihi kelompok mana pun yang pernah mereka saksikan di televisi. Kendati terdapat batasan komunikasi, jarak budaya, dan perbedaan pandangan hidup,  mungkinkah persahabatan terbentuk antara dua kelompok tersebut? Sebuah visi baru dengan nilai ekologi yang bajik melawan kearifan lokal pedusunan Polandia serta kepercayaan dengan keceriaan dan drama sehari-hari pada latar.

 

FFD 2019 - Heart of Snow: afterlife

Heart of Snow: afterlife

Kim So-young | 2018 | Korea Selatan | 17 menit | PG

Pada April 1920, tentara Jepang membantai orang-orang Korea yang tinggal di Vladivostok. Mereka juga mengeksekusi tokoh-tokoh revolusioner, seperti Kim Afanasi dan Alexandra Petrovna Kim, sebelum terjadinya migrasi paksa pada 1937. Adegan-adegan genosida orang Korea di Ussuriysk dan Vladivostok membentuk prekuel trilogi pengasingan dan mengarsipkan sejarah ke dalam layar lebar.

 

Film Turning 18 (2018) merupakan film pembuka gelaran FFD 2019. Namun, kamu bisa menikmatinya lagi pada 5 Desember 2019 di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta pukul 16.00 WIB. Heart of Snow: afterlife (2018) bisa kamu nikmati pada 3 Desember 2019 di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta pukul 13.00 WIB. Sedangkan, Village of Swimming Cows (2018) akan diputar pada 7 Desember 2019 pukul 14.35 WIB di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta.

Fiky Daulay adalah Programmer Festival Film Dokumenter (FFD) 2019 untuk program “Etnografi Indrawi”. Program ini berisi sebuah cuplikan dari karya-karya audio visual yang memiliki hubungan dekat dengan pendekatan etnografi indrawi. Karya-karya hasil Sensory Ethnography Lab (SEL), kolektif antropolog di Harvard University akan menjadi fokus pada program ini. Saat ini, Fiky Daulay juga bekerja di Kunci Study Forum & Collective.

Berikut ini adalah film-film rekomendasi Fiky yang bisa kamu tonton di Festival Film Dokumenter (FFD) 2019:

Terrace of The Sea

Diana Keown Allan | 2009 | Amerika Serikat, Wilayah Palestina | 52 menit | 15+

Terrace of the Sea memanfaatkan koleksi foto keluarga yang diambil lebih dari tiga generasi layaknya prisma untuk merenungkan ingatan, kehilangan, dan sejarah. Film ini melihat hubungan mereka untuk bekerja dan lingkungan fisik serta bagaimana mereka bertahan di rumah ‘sementara’ ini.

 

An Avation Field

Joana Pimenta | 2016 | Amerika Serikat, Brasil | 14 menit | PG

Film ini membahas bagaimana suatu kota di bawah gunung di Brasil, yang memperlihatkan bahwa kekuatan alam lebih besar dibanding kekuatan manusia untuk membangun sebuah kota.

 

FFD 2019 - The Yellow Bank

The Yellow Bank

P. Sniadecki | 2010 | Amerika Serikat, Tiongkok | 27 menit | PG

Menyaksikan, menunggu, dan melintasi. Film ini mengartikan bahwa realitas dibatasi oleh gelap dan terang saja. Semakin terang maka semakin cepat tanpa ada peran subyek atau testimoni tersendiri.

 

Ketiga film pilihan Fiky bisa kamu nikmati dalam bentuk pameran (ekshibisi) program Etnografi Indrawi: Saksi Mata di Kedai Kebun Forum pada 2-7 Desember 2019 pukul 13.00 WIB hingga 21.00 WIB. Sebagai catatan, agenda ini akan libur pada tanggal 3 Desember 2019.

Ukky Satya adalah Programmer Festival Film Dokumenter (FFD) 2019 dan sudah bergabung dengan FFD sejak tahun 2013. Tahun ini, ia memegang program School Doc dan Lanskap. Saat ini ia bekerja di Yayasan Kampung Halaman terlibat dalam Program Belia, yaitu program yang membawa film sebagai media pembelajaran.

Berikut ini adalah film-film rekomendasi Ukky yang bisa kamu tonton di Festival Film Dokumenter (FFD) 2019:

FFD 2019 - Village of Swimming Cows

Village of Swimming Cows

Katarzyna Trzaska | 2018 | Polandia | 78 menit | PG

Film dengan isu yang terdekat dengan kita. Film ini mempertemukan dua perspektif berbeda dari kota dan desa. Batasan ekstrem dari dua perspektif ini menjadi menarik untuk dilihat.

 

FFD 2019 - Dokumenter Pendek - Diary of Cattle

Diary of Cattle

Lidia Afrilita, David Darmadi | 2019 | Indonesia | 18 menit | PG

Film ini mengangkat isu lingkungan dengan cara penceritaan yang menarik. Film yang mampu menarik penonton merasakan apa yang divisualisasikan film ini.

 

FFD 2019 - International Feature-length Competition - Last Night I Saw You Smiling

Last Night I Saw You Smiling

Kavich Neang | 2019 | Kamboja | 78 min | PG

Blok perumahan menjadi saksi berbagai kejadian luar biasa yang terjadi mulai dari masa keemasan, kejadian traumatis di bawah rezim radikal, masa-masa kebangkitan, dan laju pesat perkembangan kapitalis yang akhirnya mengarah pada kehancurannya.

 

Village of Swimming Cows (2018) bisa kamu nikmati pada 7 Desember 2019 pukul 14.35 WIB di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta. Last Night I Saw You Smiling (2019) hadir di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta pukul 16.15 WIB pada 2 Desember 2019 Sedangkan, Diary of Cattle (2019) bisa ditonton dua kali: pada 2 Desember 2019 pukul 18.30 WIB di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta dan 7 Desember 2019 pukul 15.00 WIB di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta.

Aditya merupakan Programmer Festival Film Dokumenter (FFD) sejak 2016. Tahun ini, dirinya menjadi Programmer untuk tiga program: “Spektrum”, The Feelings of Reality”, dan “Le Mois du Documentaire”. Di luar FFD, Aditya sedang melakukan penelitian di bidang Human-Centered Design bersama Labtek Indie, Bandung.

Berikut ini adalah film-film rekomendasi Aditya yang bisa kamu tonton di Festival Film Dokumenter (FFD) 2018:

FFD2018 | Film | Dahan Yang Rapuh, Bunga Yang Tumbuh

DAHAN YANG RAPUH, BUNGA YANG TUMBUH

Alessandra Langit | 16 min | Indonesia | 2018 | 15+

12 Desember 2018 | Auditorium IFI-LIP | 13.00 WIB

 

Dalam film-film dokumenter selama ini, waria sering kali diposisikan sebagai subjek politis. Antara membela haknya atau berjuang untuk hidup dari hari ke hari. Film ini memberikan alternatif lain dengan menghadirkan waria sebagai manusia pada umumnya; bersosialisasi dengan tetangga, ikut kegiatan sosial, dan lain sebagainya.

FFD2018 | Film | Pagi Yang Sungsang

PAGI YANG SUNGSANG

Manshur Zikri | 26 min | Indonesia | 2018 | PG | Q&A

11 Desember 2018 | Societet Militair TBY | 13.00 WIB

 

Satu dari sedikit dokumenter Indonesia yang tidak mengangkat manusia sebagai subjek utamanya. Di sini, filmmaker juga tertarik untuk bermain-main dengan aktivitas alat berat di pasar. Cara bertutur yang eksploratif juga hadir melalui percobaan menjelajahi pasar lewat unsur-unsur non-human; seperti kucing, arsitektur, dan lain sebagainya.

FFD 2018 | Film | L'Opéra

L’OPERA

Jean-Stephane Bron | 110 min | Prancis | 2017 | PG

11 Desember 2018 | Amphitheatre TBY | 19.00 WIB

 

Jean-Stephane Bron mengajak penonton untuk melihat salah satu institusi kesenian tersohor di dunia sebagai kolektif yang bekerja bersama-sama dan saling berkaitan. Film ini juga tidak luput menampilkan ekspresi manusiawi dalam ranah pertunjukan; seperti penyanyi sopran terkemuka yang –nyatanya– turut merasakan grogi dan takut sebelum naik ke panggung.

Irfan R, Darajat adalah programmer Festival Film Dokumenter (FFD) 2018 untuk program “Perspektif” dan “DocSound”. Saat ini, Irfan tergabung dalam kelompok peneliti LARAS: Kajian Musik dalam Masyarakat dan menjadi penulis lepas.

Berikut ini adalah film-film rekomendasi Irfan yang bisa kamu tonton di Festival Film Dokumenter (FFD) 2018:

FFD2018 | Film | Fondata sul lavoro

FREE TO WORK

Agnese Cornelio | 70 min | Belanda, Italia | 2018 | PG

9 Desember 2018 | Auditorium IFI-LIP | 19.00 WIB | Q&A

 

Melalui pendekatan yang tidak biasa, film ini melacak bagaimana kerja –sebagai sebuah aktivitas dalam hidup– dapat meninggalkan jejak yang nyata di sekujur tubuh dan ingatan manusia.

 

FFD 2018 | Film | Waterland

WATERLAND

Hsu Yen-ting | 13 min | Taiwan | 2018 | PG

6-11 Desember 2018 | Ruang EPSON | 14.00 – 20.30 WIB

 

Suara adalah pondasi dari film ini. Suara-suara gelombang laut, kehidupan sekitar pantai, dan percakapan manusia di dalamnya memberi sebuah pengalaman menikmati satu presentasi dokumenter yang berbeda.

 

FFD2018 | Film | Dreamaway

DREAMAWAY

Marouan Omara, Johanna Domke | 86 min | Jerman, Mesir | 2018 | 15+

8 Desember 2018 | Auditorium IFI-LIP | 20.00 WIB

 

Selama ini kerja selalu dilekatkan dengan rutinitas dan keharusan. Hal ini membuat kenyataan lain bahwa ada beberapa orang yang hanya perlu hadir ke tempat kerja, tanpa benar-benar melakukan suatu pekerjaan. Apa yang akan dilakukan sekelompok pekerja di sebuah hotel mewah yang tak lagi dikunjungi oleh wisatawan?

Sazkia Noor Anggraini –atau lebih akrab disapa Anggi- adalah Direktur Program di Festival Film Dokumenter (FFD) 2018. Beberapa program yang dikurasi langsung olehnya di tahun ini adalah “Retrospektif” dan “Lanskap”.  Di luar FFD, Anggi merupakan pengajar di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan menulis kritik film.

Berikut ini adalah film-film rekomendasi Anggi yang bisa kamu tonton di Festival Film Dokumenter (FFD) 2018:

FFD2018 | Film | Beautiful Things

BEAUTIFUL THINGS

Giorgio Ferrero, Federico Biasin | 93 min | Italia | 2017 | PG

8 Desember 2018 | Societet Militair TBY | 13.00 WIB

 

Pembuat film ini tidak hanya berhasil mengangkat isu penting tentang polemik pekerjaan ke permukaan, tetapi juga mampu menyuguhkan eksplorasi visual dan suara yang baik. Suara-suara para pekerja di tempat-tempat yang jauh disusun menjadi sebuah simfoni yang epik dan dipadukan dengan pengolahan gambar yang menarik.

 

FFD 2018 | Film | A Documentary Film

POLISH DOC – ANIMATED

8 Desember 2018 | Societet Militair TBY | 15.00 WIB

Dalam segmen pemutaran ini, kita diajak untuk menikmati bahasan-bahasan tentang keluarga melalui empat film yang bentuknya animasi: A Documentary Film, Two Elements, The Son, dan Gibbon’s Island. Sesi ini juga sengaja diadakan di akhir pekan demi menyediakan waktu yang cocok untuk benar-benar ditonton oleh keluarga.

 

FFD2018 | Film | Nyanyian Akar Rumput

NYANYIAN AKAR RUMPUT

Yuda Kurniawan | 107 min | Indonesia | 2018 | 15+

10 Desember 2018 | Societet Militair TBY | 15.30 WIB

 

Film ini mengolah hubungan personal antara anak dan ayah dengan pendekatan yang mengharukan. Bisa dirasakan lewat puisi-puisi Wiji Tukul yang dinyanyikan oleh anaknya, Fajar Merah, melalui perjuangan yang ia lakukan bersama grup musik Merah Bercerita. Di sisi lain, puisi-puisi tersebut turut menjadi salah satu bentuk kerinduan seorang anak pada ayahnya yang hilang karena huru-hara politik dan tidak tahu bagaimana nasibnya hingga saat ini.