Kategori: Film Review

Map of Latin American Dreams (2020): Mimpi yang Hidup 1000 tahun

Map of Latin American Dreams (2020): Mimpi yang Hidup 1000 tahun

Pernahkah kalian bertanya-tanya tentang apa yang diimpikan oleh orang-orang di Amerika Latin? Tempat di mana  negara-negara dibangun kembali, berulang kali hampir setiap 10 tahun. Tempat terjadinya campur tangan eksternal pada urusan nasional bersama dengan korupsi internal yang telah mengukir sejarah kita dari zaman ke zaman. Kebebasan berpendapat dan bersuara pun tidak diterima dengan mudah atau […]

A New Era (2019): Kota Dibangun untuk Siapa?

A New Era (2019): Kota Dibangun untuk Siapa?

“Mereka bersenjata dan kami tidak, kita melakukan apapun untuk melindungi diri!” Para petani Guangzhou biasa menyirami tanaman pukul tiga pagi. Tapi malam itu hujan turun deras. Salah seorang petani korban penggusuran terbangun dan heran saat anjingnya tak henti menggonggong kencang. Empat orang aparat sedang berjaga di depan huniannya. “Kalian lebih baik pergi. Kalian tidak diterima!” […]

Citarum, Batu Bata dan Kehidupan

Citarum, Batu Bata dan Kehidupan

Alam menjadi wahana bagi manusia menemukan penghidupan. Alam juga  yang memberikan kehidupan, dan mengambilnya kembali. Di Pinggir Kali Citarum (Ali Satri Efendi, 2019) memperlihatkan bagaimana seorang pembuat batu bata melakukan aktivitasnya dalam dua musim. Satu musim ketika alam memberikan hasil, sementara di musim lain alam kembali mengambil. Citarum telah menyediakan kehidupan sejak masa Tarumanegara di […]

Glass (1958): Mempermainkan Konsep Objektifikasi

Glass (1958): Mempermainkan Konsep Objektifikasi

Glass (1958) garapan Bert Haanstra merekam aktivitas pekerja industri kaca di Belanda. Haanstra memperbandingkan dua peristiwa produksi perkakas kaca melalui konsep sinematografi, editing, dan dramatika film. Konsep tersebut digunakan untuk  membangun representasi kelas yang banyak dibicarakan orang, yakni objektifikasi.  Obyektifikasi hadir ketika seseorang diperlakukan sebagai benda. Praktek ini menempatkan seorang tersebut untuk mengikuti segala arahan […]

Keserasian Memukau antara Film dan Lukisan

Keserasian Memukau antara Film dan Lukisan

Pada akhirnya, wajah manusia sama seperti media lukis. Rembrandt menemukan kesamaan itu dan menduplikasikannya ke dalam karya yang kelak menjadi sejarah perjalanan hidupnya.  Rembrandt memburu emosi-emosi manusia menggunakan kuas. Target utamanya ialah umat manusia. Kemudian melalui dokumenter Rembrandt, Painter of Man (Bert Haanstra, 1957), lukisan gerak batin manusia yang bahagia maupun sengsara itu disingkap dalam […]

The Human Dutch (1963): Mengamati Orang-Orang di Belanda

The Human Dutch (1963): Mengamati Orang-Orang di Belanda

Di balik sambungan gambar yang ritmis pada film The Human Dutch (1963), Bert Haanstra menuturkan kisah orang-orang Belanda yang menikmati harinya dibalik kecemasan mereka akan sesuatu.   Penghargaan yang diterima The Human Dutch (1963) dari berbagai kompetisi dunia, menandai bahwa film ini hadir sebagai karya penting. Baik secara isu maupun sinematikanya. Tahun 1964 film ini memenangkan […]

The Voice of Water (1966), tentang Bagaimana Seharusnya Kita Memandang Air

The Voice of Water (1966), tentang Bagaimana Seharusnya Kita Memandang Air Still Film The Voice of The Waters

Sekitar dua menit di awal pemutaran, film ini hanya menyuguhkan pemandangan memuakkan pasang-surutnya air dan banjir di kota. Impresi belum juga muncul dan kita bisa saja jenuh mengamati air yang mengering tanpa berpindah lokasi. Kenapa Haanstra betah dengan pengambilan gambar semacam itu selama bertahun-tahun? Perasaan muak itulah yang ingin dipancing dalam film The Voice of […]

Banyak Ayam Banyak Rejeki (2020): Kebenaran adalah Rekayasa yang Dipercayai

Banyak Ayam Banyak Rejeki (2020): Kebenaran adalah Rekayasa yang Dipercayai

Mari kita kesampingkan sejenak mengenai hukum dokumenter mengenai ‘rekaman kenyataan’. Guna membicarakan film  Banyak Ayam Banyak Rejeki (2020) yang tidak mengaplikasikan hal tersebut.  Film Banyak Ayam Banyak Rejeki (2020) karya Riboet Akbar dan Önar Önarsson mencuplik peristiwa yang identik terjadi di Indonesia. Akbar dan Önarsson mengangkat persoalan klenik, agama, identitas, rumah tangga, dan -tentunya-  “keJawaan” […]

Paguruan 4.0 (2019): Cermin Kegagapan Pendidikan di Era 4.0

Paguruan 4.0 (2019): Cermin Kegagapan Pendidikan di Era 4.0 Still Film Paguruan 4.0

Bayangkan. Suatu ketika mereka diharuskan untuk berlari. Tetapi mereka hanya bisa jalan terseret-seret karena sandal yang dikenakan putus. Tidak ada pilihan lain selain tetap memakainya atau membeli yang baru. Mereka adalah para guru di Tabalong, Kalimantan Selatan—serta 60% guru lain di Indonesia—yang harus berlari mengejar ketertinggalan era 4.0. Meski revolusi industri 4.0 telah digaungkan di […]

Asosiasi Menggelitik Hewan dan Manusia dalam The Zoo (1962)

Asosiasi Menggelitik Hewan dan Manusia dalam The Zoo (1962)

Bert Haanstra selalu berhasil menggugah imajinasi penonton melalui karya dokumenter poetic garapannya. Ia memetik momen demi momen menjadi satu kesinambungan yang menyerahkan interpretasi sepenuhnya pada penonton. Mengalir begitu saja tanpa argumen. Begitulah film The Zoo (Bert Haanstra, 1962). Mengambil latar belakang di kebun binatang Amsterdam, film ini berupaya menyajikan ragam tingkah ekspresi manusia dan hewan—yang […]