Institusi Pendidikan, Media, dan Masyarakat

Pada era teknologi dan perkembangan informasi yang masif, media muncul sebagai sistem pendidikan ke-empat yang sebelumnya diisi oleh keluarga, sekolah, dan komunitas (lingkungan). Dewasa ini, peran media sangat membantu dalam proses pendidikan. Dominasi guru sebagai satu-satunya sumber lantas diseimbangkan oleh aneka ragam bentuk media (salah satunya adalah film dokumenter), yang mengambil peran sebagai sumber referensi alternatif bagi pelajar. Meski demikian, kondisi ini tak serta merta diimbangi dengan dukungan konstruksi sosial dari budaya massa. Transformasi sosial masyarakat – dari oral dan budaya menulis, hingga ke kultur visual termasuk audio visual yang belum mengakar –  merupakan wujud intelektualitas absolut yang berangkat dari memaksimalkan fungsi media.

Selanjutnya, film dokumenter merupakan salah satu pengembangan dasar kerja audio-visual di samping ruang yang luas untuk mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan. Menyadari hal ini, program SchoolDoc dirancang sebagai titik awal dalam peningkatan kemampuan mengapresiasi, di mana di akhir akan menguatkan peran anak muda dan generasi pelajar melek media dalam berhadapan dengan agresi media global.

SchoolDoc

Anak muda – dalam hal ini pelajar SMA, masih menjadi fokus Festival Film Dokumenter 2016. Di samping bertujuan untuk memperkenalkan dan mengapresiasi film dokumenter di antara pelajar, program SchoolDoc juga bertujuan sebagai wahana diskursus “literasi media”. Tahun ini, kami bekerja sama dengan tiga sekolah, yakni SMAN 6 Yogyakarta (12 Oktober 2016),  SMAN 1 Banguntapan (13 Oktober 2016), dan SMAN 7 Yogyakarta (14 Oktober 2016).

GALERI

DIDUKUNG OLEH

2581ed7d6ea80482196272a33bb12f97@@@@@@@@@@