PRESENTASI: BALADA BALA SINEMA

Sejarah sinema Indonesia dibangun oleh hampir siapa saja, penonton, pembuat film, pengantar roll film, distributor, pengusaha bioskop, komunitas, festival, pemerintah, bahkan ormas-ormas yang sering bikin pemutaran gagal. Meluasnya keterlibatan ini membuat sejarah sinema kita menjadi arena kontestasi yang rumit sekaligus dinamis. Arena ini menghubungkan banyak sekali pihak dengan kepentingan yang beranekaragam. Sampai di sini, kita bisa memunculkan pertanyaan “apakah sinema telah mampu menjadi ruang yang emansipatif dan egaliter?” sehingga keberagaman gagasan, kreativitas, estetika dari berbagai komunitas dapat dipahami sebagai representasi dari wujud spektrum sinema kita.

Cinema Lovers Community Purbalingga (CLC) muncul dalam kontestasi ini. Kecintaan terhadap sinema membuat mereka berani membayangkan lokalitas dalam spektrum sinema Indonesia. Dengan giat dan strategi-strategi yang tak kalah unik, jejaring anak muda dan pelajar ini menggerakkan laju sinema Indonesia dari Kota Purbalingga.

Melalui program Presentasi ini, FFD 2017 hendak mengajukan film Balada Bala Sinema sebagai catatan visual atas dinamika komunitas film di Purbalingga. Melalui Balada Bala Sinema kita dapat berupaya memahami sejarah mutakhir sinema Indonesia dan kontestasi lokal yang terjadi dalam arena ini. Program Presentasi ini akan menghadirkan pembuat film dan CLC Purbalingga untuk mendiskusikan dan memperdalam wacana kita mengenai gerakan sinema Indonesia, yang salah satunya tumbuh melalui komunitas.

 

Dikurasi oleh Aditya Rizki Pratama, diedit oleh Franciscus Apriwan

Balada Bala Sinema

FFD 2017 | Balada Bala Sinema
Sinopsis
Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, didirikan oleh Bowo Leksono pada 2006, telah menciptakan banyak filmmaker muda dengan prestasi nasional. Secara konsisten dan mandiri, CLC Purbalingga telah menyelenggerakan Festival Film Purbalingga yang mempersembahkan perayaan sebuah festival film kepada masyarakat, menggelar layar tancap di banyak desa di Banyumas Raya. Purbalingga sangat jauh dari kata mewah, teater yang unik, dan ingar-bingar industri film di ibukota, namun di sinilah semangat menyajikan yang terbaik untuk sinema Indonesia terus hidup dan berkembang. Ini adalah film dokumenter tentang gairah, militansi, dan kesederhanaan mereka – Balada Bala Sinema.
SutradaraTahunDurasiNegara
Yuda Kurniawan2017118 min.Indonesia
RatingJadwal Pemutaran & Diskusi
15+Kamis, 14 Desember 2017 | Societet TBY | 19:00 | Q&A
125fd524d74319e69bc6a86198b51060aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa