Focus On Japan: Menyoal Eksistensi dan Relasi dari Diri, Ruang, dan Objek

A Woman of The Butcher Shop

Program kerjasama dengan The Japan Foundation Asia Center bertajuk Focus On Japan kembali hadir lagi di tahun ini setelah sebelumnya di tahun lalu mengangkat tema besar Jepang dalam Narasi yang mengajak penonton untuk mengenal Jepang lebih dekat dari sudut pandang berbeda. Kali ini, melalui tajuk Focus On Japan: Di Luar Diri, Di Dalam Ruang, penonton akan disuguhi dengan pertanyaan seputar identitas ketika kecemasan soal eksistensi diri semakin nyata muncul saat manusia menempuh perjalanan panjang untuk menemukan diri sendiri. Hingga tawaran hal-hal nonmaterial seperti relasi dan emosi dalam bentuk dokumenter hybrid dengan pembicaraan rekaman ruang dan relasinya dengan objek-objek di dalam atau di sekelilingnya.

Teralokasi menjadi dua bagian, Focus On Japan: Di Luar Diri, Di Dalam Ruang (I) menitik-beratkan pada hadirnya manusia-manusia yang tengah beristirahat dari keseharian, mengambil sedikit waktu untuk menimbang keberadaannya di masa sekarang hingga bagaimana hal-hal di sekitarnya mulai dari imajinasi, perasaan teralienasi, konstruksi sosial, hingga hadirnya keluarga turut membentuk dirinya hari ini. Ada The Lost Dreams of Naoki Hayakawa (Ane Hjort Guttu & Daisuke Kosugi, 2016) yang menghadirkan seorang pekerja agensi iklan yang kerap terjebak dalam rasa was-was dan imajinasi tak masuk akal lewat latar kehidupan urban di Jepang. Forestry (Tetsuichiro Tsuta, 2017), melalui sosok pekerja perempuan dalam industri kayu, menunjukan pada kita bahwa runtuhnya konstruksi gender tidak serta merta melenyapkan perasaan terasing yang terlanjur menubuh, sampai Sukiyaki – A Conversation Piece (Mayumi Nakazaki, 2005), yang memperlihatkan relasi keluarga paling jujur.

Sedang Focus On Japan: Di Luar Diri, Di Dalam Ruang (II) pada eksplorasi dokumenter yang sudah mulai tak lagi menyoroti manusia sebagai pusat dan pemegang kendali cerita akan menghadirkan objek-objek dalam narasi sebagai subjek dari dokumenter itu sendiri. Dream Box (Jeroen Van der Stock, 2017) mengantarkan kita pada sebuah ruang dengan anjing-anjing kecil yang cemas, bersiap dimasukan ke dalam kotak mimpi. Touch Stone (Takayuki Yoshida, 2017) yang mempertontonkan dengan sederhana bagaimana anak-anak dan orang dewasa merespon sebuah pahatan abstrak di ruang publik. Dan dua karya dari Yamashiro Chikako: A Woman of The Butcher Shop (2016) yang mencoba menerjemahkan tanah kelahirannya, Okinawa melalui seorang tukang daging dalam elaborasi fiksi dan fakta dan The Beginning of Creation: Abduction/A Child (2015) yang meghadirkan ulang sebuah karya legendaris adalah cara seorang seniman membebaskan dirinya

Recent Posts
0f79a141cd66ea107d2d48f93f8a869aVVV