5 Pulau / 5 Desa: Silang Pandang Indonesia-Jerman

Der Grenzgaenger

Banyak peristiwa yang berlalu begitu saja di depan mata dan memberi pengetahuan secara tidak sadar. Hal tersebut hadir dalam benak penonton, walaupun hanya sepintas. Seperti, hadirnya bayangan kehidupan seseorang di suatu wilayah yang diketahui secara tidak sengaja melalui gambar dalam majalah, media sosial arus utama atau bahkan kalender. Keadaan ini yang menjelaskan bagaimana lingkungan telah memberi pengetahuan yang mempengaruhi manusia untuk menentukan cara memandang kenyataan.

Program 5 Pulau / 5 Desa yang digagas Dr. Heinrich Blömeke dari Goethe Institut bersama Pepe Danquart dari Universitas Seni Hamburg (Hoschule für Bildendende Künste Hamburg disingkat HFBK Hamburg), merespon pula peristiwa di atas. Program ini mencoba untuk melihat bagaimana seorang Indonesia melihat desa-desa di Jerman, dan seorang Jerman melihat pulau-pulau di Indonesia. Dari Februari hingga Maret 2016, lima orang mahasiswa HFBK Hamburg, berada di lima pulau di Indonesia untuk merekam kehidupan masyarakat wilayah tersebut. Sedangkan, 5 pembuat film Indonesia yang dipilih Goethe Institut, HFBK Hamburg dan Indocs pada Mei 2017, bertugas untuk mengekspos 5 desa di Jerman selama tiga minggu.

Desa-desa maupun pulau-pulau yang direkam, jauh dari keramaian kota dan terekspos media massa arus utama. Dalam hal ini, medium film dokumenter dipilih untuk mewujudkan cara mereka memandang dunia yang tidak cukup dikenali sebelumnya. Melalui desain program yang demikian, para pembuat film didorong untuk peka pada topik periferi, jarak, waktu dan pewaktuan dalam memproduksi dokumenter. Para pembuat film merepresentasikan keterbatasan melalui kepercayaan mereka pada panca indera masing-masing.

Sepuluh pembuat film diajak untuk mengamati sekaligus merekam ciri, karakter, dan denyut kehidupan yang khas dalam waktu yang telah ditentukan. Tiga minggu menjadi waktu yang cukup singkat untuk proses tersebut. Terlebih di waktu yang bersamaan mereka perlu membangun sudut pandang, menentukan topik, dan merancang desain produksi. Seluruhnya diputuskan secara mandiri, walaupun mereka masih bekerja di bawah bimbingan Pepe Danquart dan Bernd Schoch, dua sutradara yang dikenal mumpuni dalam bidang dokumenter.

Pada tahun ke-16 ini, Festival Film Dokumenter bekerja sama dengan Goethe Institut Indonesia menggelar rangkaian pemutaran dan diskusi program 5 Pulau/5 Desa. Program ini ikut meramaikan tema Post-Truth yang diusung tahun ini dengan tetap menghadirkan narasi-narasi lain di tengah-tengah narasi yang telah berkembang dan menguasai cara pandang kenyataan.

Acara dimulai pada Minggu, 10 Desember 2017 pukul 19.00 di gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta. Di sesi ini, film 5 Desa diputar untuk pertama kalinya. Tentunya, Festival Film Dokumenter membuka ruang diskusi bersama 4 pembuat film asal Indonesia, yakni Andrianus Oetje Merdhi dengan film soal kegelisahan seorang kepada desa di Sumte, Neidersachsen; Bani Nasution dengan peristiwa yang dianggapnya aneh di Leidingen, Saarland; Wahyu Utami Wati yang membawa temuannya ketika mengikuti kehidupan nelayan di Pellworm; dan Tunggul Banjaransari yang merekam kebahagiaan di masa lampau dari penduduk Welzow.

Di sesi berikutnya, yakni 5 Pulau, Senin, 11 Desember 2017) akan dihelat pemutaran 5 film dari pembuat film Jerman pada pukul 13.00. Sesi ini akan diikuti dengan diskusi bersama bersama penggagas program 5 Pulau/5 Desa, Dr. Heinrich Blömeke (Direktur Goethe-Institut Indonesia) pada pukul 15.00, di Auditorium IFI Yogyakarta. Pada program 5 Pulau ini, FFD mengajak penonton untuk melihat bagaimana cara memandang Indonesia. Melalui film, Yannick Kaftan yang melihat problematika masyarakat suku Bajo di Wangi-Wangi, Wakatobi; masyarakat Bobanehena dari Anna Walkstein, Halmahera; Samuel J. Heinrichs dan kesibukan masyarakat yang tengah malam menunggu perahu di Ba’a Rote, di Provinsi Nusa Tenggara Timur; Marko Mijatovic bersama rasa penasannya pada cara penyembuhan masyarakat Maluku; dan Reda Mata yang menampilkan proses pemakaman dalam tradisi Marapu oleh Max Sänger.

 

Recent Posts
4095e297e0620e1022b9d3b02f9e0d4dNNNNNNNNNNNNNNNNNN