AWARD 2016

Best Student Documentary

Untuk film yang berhasil menceritakan usaha warga dalam bertahan hidup dan menunjukkan kompleksitas intrinsik antara isu politik, sosial, ekonomi dan konsekuensi dari kondisi manusia dan keadaan lingkungan sekitar. Memberi gambaran akan “kebijakan transmigrasi pemerintah yang kurang memberikan solusi yang tepat atas kebutuhan warga yang sebenarnya yaitu tanah yang subur. Dan juga “menunjukkan kedekatan pembuat film dengan subjek yang menjadi modal penting bagi munculnya berbagai peristiwa menarik, yang membuat film ini mampu mempresentasikan persoalan dengan cara sinematik yang kuat. Walaupun ada beberapa scene yang terlihat seperti di”set-up”, hal tersebut tidak mengganggu pesan yang ingin disampaikan film ini. (Catatan Juri)

Special Mention for Student Documentary

Film ini mampu memberikan suara kepada yang ‘bisu’ dan merupakan temuan baru berisi rantai sejarah yang selama ini ditutupi oleh pemerintah Indonesia. Sebuah data sejarah yang penting untuk membantu penonton memahami konteks sejarah yang lebih besar mengenai peristiwa G30S 1965, yang juga potret tentang sejarah politik antara kesetiaan dan tugas. (Catatan Juri)

Best Short Documentary

Film ini berhasil mengungkapkan hilangnya daya tarik ekonomi dari sektor pertanian, juga memperlihatkan bahwa proses bertani itu sesuatu yang rumit dan butuh penghargaan yang pantas. Agak di luar dugaan bahwa di balik proses ekonomi itu ternyata juga terkandung konflik identitas yang laten. Semua tergambar melalui struktur yang rapi dan penceritaan yang lancar. Kerja kamera memang sedikit berlebihan, tetapi rasanya itu pilihan untuk menjadikan dokumenter ini lebih mengasyikkan daripada dokumenter dengan topik sejenis. (Catatan Juri)

Best Feature-length Documentary

This film have powerful story on human relationship and survival, told in extremely beautiful and intimate way. With excellent craftsmanship, the film captures story of struggle to hold on to one’s home and identity. Two loving, adorable protagonists, are shown in persistent filmmaking, with its carefully structured narration that touches many social issues. It is an intimate telling of several stories of living in the most vulnerable war zone, story of love/hate that happens after half century of co-habiting and sharing, and in the end for making the case of a woman who wants out. (Catatan Juri)

Special Mention for Feature-length Documentary

This film shows a brave take on tradition. A beautifully shot film, it is a subtle yet powerful voice that gives young people optimism on the making of culture and relationships. For its amazing portrayal of the build up, bargaining, leading to society’s most significant ritual: marriage, and for posing important question on who should define identity and future. (Catatan Juri)

Special Mention for Feature-length Documentary

This film offers “an intimate journey on the fundamental relationship between filmmaking and vision. Resulting in a compelling story, one with a graphic approaching language, and amazing visual narration which become a part of the filmmaker’s journey to the darkness: “I’m not a part of this world anymore”. (Catatan Juri)

8f764d28236ba96eef5b0578b5bb8f47HHHHHHH