Festival Film Dokumenter 15 Dibuka, Refleksi atas ‘Displacement’ Dimulai

Pembukaan Festival Film Dokumenter 15 Displacement, Rabu (7/12), @ Taman Budaya Yogyakarta

Gelaran Festival Film Dokumenter 15 telah resmi dibuka pada tanggal 7 Desember 2016. Bertempat di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, acara yang digelar tahunan sejak tahun 2002 ini berjalan lancar seiring dengan cuaca cerah di Yogyakarta. Melalui tajuk Displacement, FFD sebagai festival dokumenter tertua di Asia Tenggara hendak mendedah berbagai proses perpindahan dalam ruang dan waktu hidup, dengan tetap kritis terhadap relasi kuasa yang terjalin. Untuk semakin memahami tema, malam pembuka diisi dengan pemutaran film berjudul I Remember.

I Remember berkisah tentang penduduk Roboski yang  menjalankan sebagian besar aktivitas komersial lewat jalur ilegal,  film besutan sutradara Seilm Yildiz ini menampilkan betapa kematian begitu lekat dengan kehidupan mereka, bahkan hingga seratus tahun semenjak garis perbatasan di demarkasi. Film asal Turki berdurasi 38 menit tersebut menjadi salah satu film yang merespon tajuk Displacement yang terangkum dalam program Perspektif.

Berinovasi dari tahun sebelumnya, FFD kali ini membuka peluang bagi film dokumenter mancanegara. Dokumenter tersebut terdiri dari dokumenter panjang, dokumenter pendek dan dokumenter pelajar. “Tahun ini jumlah pendaftar program festival meningkat dari tahun sebelumnya”, ungkap Greg Arya selaku direktur FFD 15 dalam sambutannya. Dengan total 151 film submisi yang terdiri dari 53 film submisi kategori Dokumenter Panjang; 87 film submisi Dokumenter Pendek; dan 11 film submisi Dokumenter Pelajar, proses kurasi internal menyisakan total 22 film finalis dengan rincian: 7 film   finalis Dokumenter Panjang, 9 film finalis Dokumenter Pendek, dan 6 film finalis Dokumenter Pelajar.

Tak hanya program kompetisi, masih ada empat program lain yang akan turut mengisi gelaran festival tahun ini. Empat program tersebut yakni: Pemutaran (Perspektif & Spektrum), Parsial, Edukasi (School Docs & Masterclass), dan Diskusi.“Program-program ini dirancang demi memberikan pengalaman atraktif mengenai suatu wacana sekaligus memberikan pengalaman lebih dalam menonton film,” tutur Fransiscus Apriwan selaku koordinator program FFD 15.  Program Perspektif berupaya untuk merespons Displacement sebagai tajuk FFD tahun ini, Spektrum dirancang oleh FFD untuk menyajikan keragaman dalam film-film dokumenter di dunia. Sementara program Parsial hadir memberi ruang bagi lembaga, organisasi, dan rekan untuk berkolaborasi melalui kurasi program yang disepakati bersama – bukan hanya berkenaan dengan film dan arsip dokumenter, namun juga lintas medium serta mendukung visi antar satu sama lain ini akan diperinci sehingga menjadi 5 sub-program, yakni: Virtual Reality (VR), Asian Docs, Focus Japan, SEADoc, serta Docu Française. Sedangkan program diskusi memiliki tiga bahasan yang berbeda, yakni: Merasakan Film Etnografi Indrawi, Yang Tidak Dibicarakan Saat Bicara Tentang Remaja Perempuan, dan Displacement dan Siasat.

Tak kurang dari 200 pengunjung turut memeriahkan malam pembuka FFD tahun ini. Beberapa sosok-sosok yang tidak asing lagi di dunia perfilman juga turut hadir seperti Ismail Basbeth, FX Harsono, John Appel, BW Purbanegara, Ranjan Palit, dsb. Gelaran FFD 15 akan berlangsung hingga tanggal 10 Desember 2016. Info dan jadwal lengkap dapat dicek di website resmi ffd di sini. [Valentina Nita]

Dokumentasi:

Pembukaan Festival Film Dokumenter 15 Displacement, Rabu (7/12), @ Taman Budaya Yogyakarta

Pembukaan Festival Film Dokumenter 15 Displacement, Rabu (7/12), @ Taman Budaya Yogyakarta

Katalog Festival Film Dokumenter 15 | Displacement

Recent Posts
d81b52c3578d06a6465d3f2709354fbePPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP