Spektrum: Perayaan Atas Keberagaman Film Dokumenter

Foreign Parts (Véréna Paravel & J.P. Sniadecki, 2010)

Foreign Parts (Véréna Paravel & J.P. Sniadecki, 2010)

Hingga di tahun ke-15 pelaksanaan Festival Film Dokumenter, semakin banyak pula asupan akan berbagai kajian dan telaah mengenai film dokumenter. Dalam proses perjalanannya, FFD memiliki tekad untuk mendokumentasikan serta mengarsipkan segala bentuk perkembangan dalam film dokumenter Indonesia. Semakin dewasa, maka makin beragam dan berkembang pula seni dalam proses dokumentasi realitas bangsa ini. Program Spektrum di FFD 2016 akan menjadi perayaan atas keberagaman film-film dokumenter sejak pelaksanaan FFD pertama di tahun 2002.

Setidaknya, keberagaman film dokumenter di Indonesia sampai saat ini dapat digolongkan dalam 3 klasifikasi besar. Pertama klasifikasi berdasar pada latar belakang produksi, kedua klasifikasi pada bentuk film dokumenter, dan ketiga pada kekayaan konten yang terekam. Klasifikasi ini tidak dimaksudkan untuk menyederhanakan keberagaman yang terjadi dalam film-film dokumenter di Indonesia. Namun, berangkat dari tinjauan awal mengenai klasifikasi film dokumenter Indonesia, FFD ingin mengantarkan film-film ini kepada penonton untuk bersama-sama, mengkaji,  menelaah, dan merenungkan hasil cipta dan karsa yang diusahakan oleh segenap pembuat film dan instrumen produksinya selama 15 tahun terakhir.

Program spektrum akan mengekspresikan film-film dengan nuansa eksperimental di mana resepsi atas simbol-simbol personal dapat diciptakan sendiri. Film-film dalam program spektrum ini menghadirkan pembaruan terlepas dari fungsi film sebagai hiburan. Represi atas simbol dan tanda yang dikomunikasikan di dalam film menjadi ekspresi yang bersifat pribadi dan dipengaruhi insting subjektif. Tanda dan simbol menjadi perwakilan para sineas dalam menunjukkan insting subjektifnya, seperti: gagasan, ide, emosi, serta pengalaman batin mereka. Cara pengungkapan ini dapat melalui banyak unsur seperti adegan, artistik, pengambilan gambar, hingga pengambilan suara sekalipun – dan tanpa membebankan pada sisi teknis.

Ketika banyak tanda-tanda bersatu, antara lain: kapal, bioskop, kerusakan kapal, hantu, cinta, dan vampire maka tersebutlah balutan kisah perjalanan yang selanjutnya diterka dan diimplementasi secara personal dalam Ghost Ship (Koldo Almando, 2016). Perjalanan penuh makna lainnya juga diekspresikan Carl Paraiso (Pablo Narezo, 2016) melalui objek yang tersesat dari Jerman menuju Meksiko. Memori demi memori hasil dari beberapa generasi yang termaktub merefleksikan situasi kesengsaraan yang terjadi di Meksiko saat ini. Penafsiran akan tiap simbol dan tanda menjadi pengalaman telaah film yang lebih menantang dan menguras daya imajinasi.

Kekayaan keberagaman film dokumenter ini tentunya menjadi tambahan kekayaan akan potensi film dan kontribusinya. Menonton film semakin memungkinkan untuk melakukan imajinasi secara mendetail, mengerahkan seluruh upaya untuk menemukan makna, dan memberikan bentuk terhadap sesuatu yang belum berwujud baik dalam realita atau alam pikir. Program spektrum dalam Displacement layak untuk menambah referensi dan pemantik dalam menelaah fenomena. [Valentina Nita]

Untuk jadwal lebih lanjut dapat diakses di sini

Recent Posts
8af79b664475ab4470eb470a24d4c216!!!!!!!!